Kuning Ungu Lucu Karya Tulis Ilmiah Presentasi  (8)
PEREMPUAN BERDAYA, KELUARGA BAHAGIA

PEREMPUAN BERDAYA, KELUARGA BAHAGIA

Oleh: Nurul Kalimah, S.Pd.

Kemajuan teknologi dan budaya telah banyak mendukung kemajuan bangsa dan masyarakat . Berbagai bidang karir menuntut semua golongan untuk ikut berperan dalam semua aspek kehidupan baik di rumah tangga, politik, dan lembaga pemerintahan. Persamaan tuntutan dari kalangan gender menunjukkan bahwa wanita merasa memiliki persamaan hak dengan laki-laki, sehingga banyak wanita meniti karir sesuai dengan profesinya.

Perempuan yang menyandang status sebagai wanita karir memiliki tanggung jawab ganda yaitu sebagai ibu dan istri bagi suaminya. Peran perempuan sebagai ibu dalam keluarga, idealnya yang bisa menjadikan dirinya teladan yang bisa dicontoh oleh anak- anaknya dalam segala hal yang dilakukannya dalam urusan rumah tangga. Sedangkan perempuan dalam keluarga sebagai istri, berperan sebagai penolong, teman hidup pasangannya di kala suka dan duka. Istri juga bisa juga berperan sebagai teman untuk mendiskusikan segala sesuatunya sebelum keputusan diambil oleh suami sebagai kepala keluarga. Jika peran itu dilakukan dengan baik maka akan tercipta rumah tangga yang sakinah yakni keluarga yang sehat dan bahagia.

Kehidupan keluarga yang sakinah adalah dambaan dan merupakan tujuan hidup bagi setiap orang yang berkeluarga dan sekaligus merupakan bukti kekuasaan dan keagungan Allah SWT. Allah berfirman: ‚”Dan di antara tanda- tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.‛ (Q.S. Ar- Rum: 21).

Keluarga sakinah erat kaitannya dengan kondisi keluarga yang tenang, tenteram, dan bahagia. Sebuah keluarga dikatakan sakinah apabila suasana di dalam keluarga tersebut penuh dengan ketenangan, ketentraman, dan kebahagiaan, serta terpeliharanya ketaatan dan kepatuhan di antara sesama anggota keluarga untuk saling menjaga keutuhan dan kesatuan sehingga terbina rasa cinta dan kasih sayang demi memperoleh keridhoan Allah SWT.

Dalam membentuk sebuah keluarga sakinah, istri yang sekaligus sebagai wanita karier pertama-tama dituntut untuk melayani suaminya dengan sepenuh hati. Ia dituntut untuk memiliki sikap kepatuhan, ketaatan dan kesetiaan terhadap suaminya. Tentunya ketaatan dalam arti yang bersifat positif. Seorang istri harus merasa bahwa dirinya adalah milik dan hanya diabdikan untuk suaminya dalam hal cinta kasih bukan kepada orang lain, serta menjaga dan membelanjakan harta dan pendapatannya secara bijaksana.

Oleh karena itu, sebagai wanita karier, istri harus mampu menanamkan kepercayaan kepada suaminya, bahwa dirinya adalah setia dan dapat dipercaya. Kalau perlu, seorang wanita karier hendaknya mau diantarkan oleh suaminya sampai ke tempat kerja dan ia sanggup menjelaskan bahwa teman-temannya adalah baik dan dapat dipercaya. Dengan demikian ia bisa meraih kepercayaan dari suaminya.

Di sisi lain, di dalam bekerja seorang wanita karier selalu meminta izin dari suaminya dan memiliki niat yang baik yaitu semata-mata untuk mengabdikan diri kepada suami dan keluarganya, bukan untuk dirinya sendiri atau yang lain. Jika izin atau kerelaan suami ini didapatkan, maka kebahagiaan dan kesejahteraan hidup berkeluarga akan diperoleh. Seorang istri yang memperoleh izin dari suaminya, akan dengan tenang menekuni kariernya, yang pada akhirnya akan mengantarkan kepada kebahagiaan keluarga.

Perempuan sebagai wanita karier tidak boleh menceritakan tentang kelemahan-kelemahan suaminya dihadapan orang lain. Sebab dengan membuka kelemahan suaminya kepada orang lain,  akan menyebabkan orang  lain mempunyai pandangan yang tidak baik kepada suaminya atau setidaknya orang lain akan mempergunjingkan kelemahan suaminya, yang pada akhirnya orang lain akan merendahkannya.

Perempuan sebagai seorang wanita karier yang sekaligus sebagai ibu, dituntut untuk mendidik dan memperhatikan anak- anaknya. Seorang anak menjadi baik atau buruk, sukses atau tidak dalam hidupnya tentu peran seorang ibulah yang sangat besar. Karena ibulah yang pertama kali dikenal dan dianggap memberikan pengalaman pertama kali kepada seorang anak.

Dengan ini, seorang ibu haruslah memaksimalkan tugasnya sebagai pengasuh anak. Maka tidaklah cukup, apabila menginginkan anak yang sehat, bahagia, dan berakhal baik, sementara hanya memenuhi kebutuhan lahiriyah saja. Justru pemenuhan rasa cinta dan kasih sayang, serta pendidikan yang baiklah yang merupakan hal paling penting yang tidak bisa diabaikan dalam menbina kepribadian anak.

Seorang ibu juga dituntut untuk mampu memanfaatkan dan meluangkan waktu yang sebaik-baiknya untuk bertemu dengan anak-anaknya. Sebab tidak bisa dipungkiri, seorang ibu, sebagai wanita karier sering meninggalkan anak-anaknya dalam jangka waktu yang panjang. Terkadang ibu berangkat kerja sementara anak belum bangun dari tidurnya, anak pulang dari sekolah sementara ibu belum pulang, dan ibu pulang ke rumah, si anak telah terlelap tidur. Keadaan yang demikian ini jelas tidak menguntungkan bagi perkembangan si-anak. Dalam situasi keluarga semacam ini, akan mudah menimbulkan konflik-konflik psikologis yang mendorong timbulnya kenakalan anak.

Dengan demikian sudah seharusnyalah seorang ibu menyediakan waktu khusus dan mengusahakan waktu ekstra untuk berkumpul bersama anak-anaknya. Sebab dengan begitu kehangatan dan kasih sayang seorang ibu dan sekaligus pendidikan langsung dari ibu sebagai pembina utama kebahagiaan anak bisa diberikan. Seorang ibu juga harus bisa membuat rumah tangga menjadi surga bagi keluarganya. Sehingga untuk mencapai ketentraman dan kebahagiaan dalam keluarga dibutuhkan istri yang salehah, yang bisa menjaga suami dan anak-anaknya. Serta dapat mengatur keadaan rumah agar rumah menjadi rapi, menyenangkan, dan memikat hati seluruh anggota keluarga.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait